Meragukan Kisah Sayyidah Sukainah (I)

Dok. Pribadi | Google

Tulisan ini mengawali label "Perempuan" ditambah dengan keresahan hati yang menggantung selama setahun lalu. Cerita bermula ketika penulis mengikuti salah satu agenda organisasi ekstra kampus, tepat pembahasan Feminisme.

Sebab Awal

Narasumber yang datang memberikan penjelasan panjang kali lebar, disela-sela diskusi, "tau Sukainah?!", semua diam, beliau ulangi lagi, penulis memberanikan diri menjawab, "tau". "Siapa?", sahutnya. "Sukainah binti Husain bin Ali dan Fatimah Az-Zahra, ulama perempuan, ahli hadis keturunan Nabi, tokoh yang hidup zaman Umayyah."

Setetes Riwayat Sang Putri Husain

Sebelum lebih jauh, mari berkenalan siapa Sayyidah Sukainah?

Dia adalah putri dari Sayid Husain bin Ali (Husain adalah cucu kesayangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang disabdakan menjadi pemimpin pemuda ahli surga bersama saudaranya, Hasan). Sayyidah Sukainah lahir dari seorang ibu bernama Rubab binti Amr Al-Qais. Kelahirannya diberi nama Aminah, kemudian dipanggil Sukainah, artinya ceria dan menyenangkan.

Sayyidah Sukainah digambarkan sebagai orang yang tenggelam dalam cinta Allah dengan banyaknya ibadah dan munajat. Ia juga dikenal sebagai pemilik akhlak mulia, al-Afiifah al-Thaahirah (wanita yang menjaga kesuciannya), Syarifah al-Muthahhirah (wanita mulia lagi suci), Sayyidah al-Nisaa' 'Ashriha (pemimpin wanita di zamannya), paling zuhud, memiliki tingkat keilmuan yang luar biasa dan fasih, memiliki akal yang rajih, rasa pemurah dermawan yang tinggi, serta memiliki kebagusan secara zahir dan batin. Tak heran bila ayahnya sangat mencintainya.

Sayyidah Sukainah sangat disayangi ayahnya, Husain bin Ali. Aku meminjam Maktabah Syamilah temanku dan menemukan syair kecintaan sayyid Husain pada putrinya, Sayyidah Sukainah, di Tarikh Imam Thabari Juz 7 halaman 175:

لعمرك إنني لأحب دارا • تكون بها سكينة والرباب

أحبهما وأبذل جل مالي • وليس بعاتب عندي عتاب

ولست لهم وإن عابوا مطيعا • حياتي أو يغيبني الركاب

"Aku bersumpah! Sungguh aku senang dengan rumah, yang didalamnya ada Sukainah dan Rubab. Aku mencintai keduanya, semua kekayaanku akan aku berikan di jalan ini. Aku akan menyalahkan diriku bila tak mampu melakukan hal ini"

Sebab Awal Berlanjut

Selanjutnya, narasumber mengatakan, "Sukainah itu ga pakek kerudung, terkenal di zamannya, sampai jadi role model rambut, bahkan cowok menirunya... dst". Sejak itu penulis mulai tidak terlalu memerhatikan ucapan beliau lagi, bukan karena penulis tidak menghormatinya tapi berkata dalam hati, "Bagian itu ga usah disebar, belum tentu benar, jangan buat jariyah buruk untuk kader aswaja di organisasi notabene pernah jadi banom Nahdlatul Ulama".

Sebenarnya penulis tahu buku apa yang beliau kutip, sesampainya di rumah langsung mencari bukunya. Penulis buka halaman terkait. Benar, memang ada. Kemudian penulis cari kakak tingkat yang memiliki buku se-genre dengan pembahasan ini. Dengan sumber yang sama, dengan catatan kaki yang sama, lagi-lagi menulis bahwa Sayyidah Sukainah binti Husain bin Ali -radhiyallhu 'anhum wa ardhahum- tidak menggunakan jilbab dan membiarkan "mahkota"nya terbuka.

Pengarang asli di catatan kaki adalah Abu Faraj Al-Ishfahani. Hati penulis mulai meragukan saat melihat Wikishia (wikipedia Syiah, dengan mencantumkan sumber yang jelas) membenarkan bahwa Abu Faraj adalah seorang Syiah. Dikuatkan dengan pendapat para pesohor Islam, diantaranya Imam al-Dzahabi dan Ibn Jauzy -siapa yang tak kenal mereka dalam khazanah Islam? Tidak ada yang meragukan kredibilitasnya. Namun, Imam al-Dzahabi dan Ibn Hajar al-Asqalani berpendapat kesyiahan Abu Faraj adalah suatu keganjilan, sebab ia adalah seorang Umawi (keturunan Umayyah). Karena kesyiahannya ini Ibn Jauzy dan Khatib al-Baghdadi menyatakan berbagai riwayat hadis yang dinukil dari Abu Faraj adalah lemah dan tak dapat di percaya.

Menyoal pada Alawi dan Lainnya

Penulis beranikan diri bertanya cerita Sayyidah Sukainah pada Alawiyyin. Mereka menjawab,

Habib Nabiel bin Fuad al-Musawa, Majelis Syuro Majelis Rasulullah Pusat:
"Dusta besar kisah tersebut. Kisah dari kitab Syiah itu jangan dipercaya anakku, mereka akan berhadapan dengan Ahlul Bait Nabi Saw. di akhirat mempertanggungjawabkan kedustaan tersebut"

Habib Idrus bin Muhammad Alaydrus, pengasuh Majelis Rasulullah Jawa Timur:
"Gak lah (tidak benar kisah tersebut, pen), makanya jangan sembarangan baca kitab"

Habib Ja'far bin Abdul Qadir al-Haddar:
"Ketika di kalangan perempuan benar, itu pun di tempat tertutup"

Habib Alwi Alaydrus, Yaman:
"لم اسمع بهذا من قبل (Aku belum mendengar hal ini sebelumnya, pen)"

Habib Mahdi al-Maghrabi al-Hasani, khadim Habib Umar bin Hafidh, Yaman:
"Saya pribadi belum pernah dengar, Allahu a'lam, saya belum pernah membaca kitabnya. Bisa jadi mungkin itu di kalangan kaum wanita saja, tidak terlihat oleh pria. Sebab, setelah era Nabi Muhammad, di zaman sahabat, wanita itu mereka hijab penuh dari atas sampai bawah. Jadi, rasanya mustahil seorang Sukainah, putri dari Sayyidina Husain tabarruj; membuka penutup kepalanya sehingga menjadi konsumsi bagi laki-laki lain"

Syekh 'Aun al-Qaddumi, Yordania:
"غير صحيح هذا الكلام (Tidaklah benar perkataan tersebut, pen)"

Habib Abdurrahman bin Husein Alattas, Gresik. Jujur, ketika penulis bertanya wajah beliau awalnya santai berubah jadi serius dengan nada tegas:
....




Wallahu a'lam
7 Januari 2023 M - 14 Jumadil Akhir 144 H
تراب نعلي الحبيب ﷺ


Referensi:

[1] Muhammad bin Jarir al-Thabari, Tarikh al-Rusul wa al-Muluk, Tarikh al-Thabari, Juz VII (Beirut: Dar al-Turats, 1967), 175. Dalam al-Maktabah al-Syamilah.

[2] Wawancara pribadi.

[3] Ibnu Jauzi, al-Muntadzam, jld. 14, hlm. 185; Dzahabi, Siyar A'lam al-Nubala, jld. 16, hlm. 202; Dzahabi, Mizan al-I'tidal, jld. 3, hlm. 123; Khatib Baghdadi, Tarikh Baghad, jld. 11, hlm. 399; Dzahabi, Tarikh al-Islam, jld. 26, hlm. 144; dsb. Dalam Wikishia.

[4] Ummi Fairuz al-Rahbini.

2 Komentar

  1. belajar selektif dlm mencari referensi dan bijaksana menentukan materi yg disampaikan dlm forum publik
    sangat bermanfaat #respect

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak, kurang lebih itu salah satu kesimpulannya
      terimakasih sudah berkenan membaca

      Hapus

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama