Dari Homebase Aku "Bertemu" Habib Zein bin Smith Madinah


Dok. Pribadi

Tulisan ini dibuat untuk memenuhi kewajiban menulis satu kali sebulan, karena keajegan itu berat. Selain itu karena gabut hari kedua KKN di Lumajang.

***
Sebelum pengkaderan formal Masa Penerimaan Anggota Baru PMII Cabang Surabaya Selatan, panitia Steering Committee melakukan Training of Trainer di Homebase Sepanjang.


Saat itu penulis masih ada tagihan presentasi mata kuliah, sehingga lebih memilih di dalam bilik kamar untuk "bermulazamah" dengan laptop. Kebetulan di dalam bilik ada beberapa teman, sebut saja nama samaran mereka sebagai Ahmad, Aisyah, dan Ulfa.


Penulis lupa sedang bahas masalah apa, lalu Ahmad nyeletuk "luwih utomo endi imam mbek muazin (lebih utama mana imam sama muazin)?",
Aku dan Ulfa sepakat menjawab "muazin",
"Lapo kok muazin?!," timpal si Ahmad dengan kekeuhnya pilihan dia bahwa Imam lebih utama.


Berlanjut dengan beberapa argumen, kemudian kami sudahi dengan bertukar lirik judul kasidah salaf agar tidak terlalu ramai. Kurang enak juga, teman-teman lainnya diskusi di luar sedangkan kami ngobrol sendiri di dalam hehe...


Selang beberapa waktu, penulis bertamu ke rumah teman. Penulis melihat banyak buku di lemari ruang tamunya, penulis izin membukanya dan menemukan Kitab Taqriratus Sadidah karya Habib Zein bin Ibrahim bin Sumaith, seorang alim faqih kelahiran Jakarta yang mukim di Madinah dan menjadi mufti Syafii disana.


Saat penulis membuka daftar isi, ada sub masalah keutamaan azan dan menjadi imam. Penulis buka dan menemukan jawaban dari diskusi kami yang alot. Terbilang alot karena memang kefakiran wawasan penulis sehingga belum bisa menemukan sumber rujukan yang pas untuk sebuah kesimpulan.


Disana tertulis:

مسألة: أيهما الأفضلِ: الأذان أم الإمامة؟

- الأذانُ - وحدَهُ - أفضلُ منَ الإمامةِ عندَ الإمام الرّملي، والأذانُ مع الإقامةُ أفضلُ مِن الإمامةِ عندَ الإمامِ ابن حجر، والإمامةُ أفضلُ مُطلَقًا عندَ الإمام الرافعيِّ لِقيامِ النبيِّ صلّى اللّه عليه وسلّم بها، و لأنّها فرضُ كفاية، خلافًا للإمامِ النوويِّ، فعندَه الأذانُ أفضل

Masalah: Manakah yang lebih utama antara muazin atau imamah?
Jawaban:
Menurut Imam Ramli: azan saja lebih utama daripada menjadi imam
Menurut Ibn Hajar: azan dan iqamat lebih utama daripada menjadi imam
Menurut Imam Rafi'i: menjadi imam lebih utama karena hal tsb rutinitas Nabi Saw. dan termasuk fardu kifayah
Menurut Imam Nawawi: azan lebih utama [1]


Ternyata diantara ulama besar masih berselisih mengenai masalah ini. Namun, lebih banyak memilih lebih utama azan karena menunjukkan masuknya waktu salat, ajakan salat jamaah, juga sebagai syiar Islam. [2]


Catatan Kaki:
[1] Zain bin Ibrahim bin Zain bin Sumaith, al-Taqriratu al-Sadiidah fii al-Masaa'ili al-Mufiidah (Surabaya: Dar al-'Ulum al-Islamiyah, 2004), 228.
[2] Sumaith, al-Taqriratu al-Sadiidah, 228.


Wallahua'lam

20 Juli 2022 / 20 Zulhijjah 1443 H
تراب نعلي الحبيب ﷺ

3 Komentar

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama