بسم الله الرّحمن الرّحيم
الحمد للّه الّذي انعم علينا وهدانا على دين الإسلام
اللّهم صلّ وسلّم على سيّدنا محمّد مفتاح باب رحمة اللّه عدد ما في علم اللّه
صلاة وسلاما دائمين بدوام ملك اللّه وعلى اله وصحبه اجمعين
Aliran rahmat-Nya melampaui luasnya batas dengan segenap pemberian dan kemurahan yang tak sebanding dengan azab-Nya, sehingga hamba yang fakir ini sungguh layak merasa hina dan papa saat berpaling atas pandangan Sang Pemilik Tabir, tak ayal bila Ia-nya bernama al-Sattar.
Teruntuk
makhluk paling paripurna dalam awal dan akhir, wahai sebaik-baik perangai zahir
dan batin, salawat berikut salam Allah atasmu sejumlah tarikan nafas
makhluk-makhluk-Nya dan keluasan pintu kasih sayangnya serta pada
ahli-sahabatmu sekalian. Hamba yang fakir ini memohon maaf telah
banyak “melemparkan kotoran” pada engkau atas perangai nista bersembunyi
dibelakang embel-embel “umat”.
Pembuatan blog ini hanyalah sebuah peluang wasilah tumpuan harapan saat berhadap Sang Maha Rahman, dihamparkan amal kami dalam hisab serta keadilan Pemilik Mizan.
Hidup hanya singgah meneguk air, buatlah jejak kebajikan atau jangan mewariskan luka.
Telah bersabda Ruhullah Isa as., وجعلني مبركا اين ماكنت, “dan Dia (Allah) menjadikan aku seorang yang diberkati dimanapun saja aku berada.”
Hidup yang lebih indah
dengan menjadi manfaat pada tiap-tiap manusia sekaligus satir bagi
macam-macam alpa lagi cela disertai mujahadah pengagungan
perintah Pemilik Keagungan, memuliakan perintah Pemilik Kemuliaan, hingga
bersua mendekap dalam keadaan hati yang selamat.
Mengutip kalam Shahib
al-Ratib al-Quthb al-Irsyad wa Ghauts al-Ibad wa al-Bilad al-Imam
al-Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad, pengarang Ratib al-Haddad yang masyhur:
يَنبَغِي أن تُوقِدَ لَك سِرَاجًا مِن العِلمِ النَّافِع والعَمَلِ الصَّلِح،
تَستَضِيءُ بِه في لَيلِ ظُلُمَاتِ الدُّنيَا، حَتَّى يَطلُعَ على فَجرِ المَوتِ،
أَو شَمسِ السَّاعَة، فَإنَّكَ إن بَقِيتَ في لَيلِهَا بِلَا سِرَاج، تَنتَظِرُ
طُلُوعَ هذا الفَجرِ، أَو سُطُوعَ هذه الشَّمس، حَقَّ عليكَ قَولِ اللّٰهِ تعالى،
( وَمَنْ كَانَ فِي هَذِهِ أَعْمَى فَهُوَ فِي الْأخِرَةِ أَعْمَى وَأَضَلُّ
سَبِيلًا )
“sudah seharusnya jika engkau
menyalakan cahaya ilmu yang bermanfaat dan amalan yang baik, maks hal itu akan
dapat memberimu penerangan di gelapnya malam dunia, hingga munculnya fajar
kematian padamu atau datangnya matahari kiamat. Sesungguhnya jika engkau di
dalam malam itu tanpa ada satu cahaya pun dan engkau menunggu datangnya fajar
atau matahari, maka engkau seperti yang disebutkan dalam firman-Nya. ‘Dan
sesiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (kelak) ia akan
lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)’ ”
Penulisan ini diawali pada hari Rabu (09/06/2021) dengan niat tafa’ul pada sabda Rasul saw., وخلق النور يوم الأربعاء, “dan Allah menciptakan cahaya pada hari Rabu”, diunggah pada hari Jumat (11/06/2021) atas niat pengagungan hadis sang Nabi saw. tentang kemuliaan rajanya hari, إنّ يوم الجمعةِ سيّد الأيّام وأعظمها عند اللّهِ.
Dengan
perbuatan-Nya, dengan sabda sang kekasih terpilih, dan dengan hikmah seorang
pewaris kenabian dari golongan Alawiyyin, hamba berharap dapat memancarkan
sinar faedah, bila Dia tulis dengan izin-Nya dalam lauh bermanfaat
maka terjadilah.
Wallahu a’lam
Jumat, 08 Juni 2021
القير الحقير الذليل الى رحمة ربه
تراب نعلي الحبيب ﷺ
رحمة هداية
إرسال تعليق