Yahudi: Uzair Putra Allah

 

Dok. Hazreti Uzeyir Peygamber (a.s.) Kulliyesi (Komplek Nabi Uzair a.s.) | Ning Zahra


Imam Ibn Katsir menukil sebuah riwayat bahwa Uzair adalah salah seorang yang pernah menjadi tawanan di zaman Raja Bukhtanashar, ketika itu Uzair memasuki usia balig. Saat mencapai 40 tahun, Allah memberinya ilmu hikmah, tidak ada seorang pun paling hafal dan tahu Taurat selain Uzair.

Dalam riwayat lain dikatakan, Uzair merupakan hamba Allah yang dimatikan oleh-Nya selama 100 tahun, lalu dihidupkan kembali. Penuturan lain menambahkan bahwa Uzair adalah hamba Allah yang saleh lagi bijak.

Menurut pendapat yang masyhur, Uzair adalah seorang nabi Allah diantara para nabi yang diutus untuk orang-orang Israel. Dia hidup antara Daud dan Sulaiman; antara Zakaria dan Yahya.

Dok. Üzeyir a.s. Camıı (Masjid Uzair a.s.) | Ning Zahra

Suatu hari, Uzair keluar dari kampungnya. Dalam perjalanan pulang di tengah hari sambil menaiki keledai dia melewati bangunan rusak, sehingga panas matahari menyengat kulitnya. Uzair turun dari keledai bernaung di dalam bangunan itu sambil membawa sejenis kantong yang berisi buah tin, kantong lain berisi buah anggur.

Uzair keluarkan anggur dari kantong kemudian memerasnya di bejana yang dia bawa. Lalu dia keluarkan roti kering sambil dicelup ke dalam perasan anggur dan memakannya. Setelah itu, Uzair menyelonjorkan kaki sambil bersandar ke dinding bangunan. Uzair melihat atap rumah dan isi bangunan berantakan, penghuninya telah hancur berserakan tulang belulangnya.

Melihat kejadian ini Uzair berkata, "Bagaimana cara Allah menghidupkan kembali setelah menghancurkannya?" (QS. Al-Baqarah: 259)

Pertanyaan itu bukan dia meragukan Tuhan, melainkan atas dasar kagum dan heran. Selanjutnya Allah mengutus malaikat maut untuk mencabut ruh Uzair dan mematikannya dalam 100 tahun.

Setelah 100 tahun berlalu. Banyak persoalan dan peristiwa yang terjadi di kalangan Bani Israel, Allah mengutus malaikat untuk mengembalikan ruh Uzair yang telah mati seabad yang lalu. Pertama-tama, atas izin-Nya malaikat itu menghidupkan hati Uzair, kemudian menghidupkan kedua matanya, sehingga Uzair dapat melihat bagaimana Allah menghidupkan orang yang telah mati. Malaikat itu merakit kerangka Uzair, sementara Uzair melihat langsung bagaimana daging-daging menyelimuti tulang belulangnya, kulit dan rambut berada di posisinya masing-masing. Terakhir, ditiuplah ruh Uzair untuk hidup dan berfikir.

Uzair duduk, difirmankan padanya, "Berapa lama kamu tinggal disini?." Uzair menjawab, "Sehari, atau setengah hari." Uzair menjawab demikian karena dia merasa terlelap 100 tahun yang lalu di siang hari, lalu ia dibangkitkan 100 tahun kemudian saat matahari hendak tenggelam. Allah berfirman, "Kamu tertidur disini selama 100 tahun, coba lihat makanan dan minumanmu." Uzair melihat posisi bejana masih belum berubah, begitu pula dengan tin dan anggur tidak pindah posisi sedikitpun. Seakan-akan Uzair menyangkal dalam hati, lalu difirmankan, "Apa kamu tidak percaya apa yang Aku katakan? Lihat keledaimu!" Uzair melihat keledainya telah hancur.

Malaikat menyeru pada tulang belulang keledai Uzair yang hancur itu. Semua tulang yang berserakan di berbagai sisi berkumpul. Malaikat menyusun kerangka keledai, Uzair menyaksikan kejadian ini. Selanjutnya, malaikat membungkus tulang itu dengan daging, kulit, lengkap dengan bulu-bulu, lalu ditiupkan ruh kedalamnya. Keledai itu hidup, bangkit menengadah ke langit mengira kiamat telah terjadi.

Dok. Hazreti Uzeyir Peygamber (a.s.) Turbesi (Makam Nabi Uzair a.s.) | Ning Zahra

Kisah demikian sebagaimana firman-Nya:

"...lihatlah keledaimu (yang telah menjadi tulang belulang) dan Kami akan menjadikanmu sebagai tanda (kekuasaan Kami) bagi manusia. Lihatlah tulang belulang (keledai itu), bagaimana Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging (sehingga hidup kembali)..." (Al-Baqarah: 259)

Lihat tulang belulang keledaimu Uzair! Bagaimana ia tersusun kembali bagian-bagiannya membentuk kerangka kemudian dibalut daging, urat, kulit dan bulu-bulu?!

"...Maka, ketika telah nyata baginya, dia pun berkata, 'Aku mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu'" (QS. Al-Baqarah: 259)

Uzair menaiki keledainya. Uzair lekas menuju kampung asalnya. Ketika memasuki kampung, Uzair hampir tidak memercayai apa yang dia lihat, mulai penduduk hingga tempat-tempatnya. Semua telah berubah. Uzair dengan ragu, pelan-pelan ia cari rumahnya. Uzair sampai di rumahnya dan menjumpai seorang wanita tua renta berumur 120 tahun, samar-samar masih dapat dikenali. Wanita tersebut bekerja di rumah Uzair 100 tahun lalu di umur 20 tahun.

"Apa benar ini rumahnya Uzair?," Tanya Uzair. Wanita tua itu menjawab, "Iya, benar, ini rumahnya Uzair." Wanita tua itu kemudian menangis mengingat Uzair, berkata, "Aku belum pernah menjumpai seorang pun selama bertahun-tahun yang mengingat Uzair, orang-orang sudah melupakan dia."

Uzair berkata, "Aku ini Uzair! Allah mematikanku selama 100 tahun, lalu Allah hidupkan lagi aku."

Wanita tua itu menimpali, "Maha Suci Allah, sesungguhnya Uzair menghilang dariku sejak seratus tahun yang lalu, aku juga tidak mendengar kabarnya lagi."

"Aku ini Uzair!," Tegasnya lagi.

Wanita tua ini masih ragu, menyangsikan pengakuan Uzair, kemudian berkata, "Sesungguhnya Uzair itu orang yang doanya mustajab, dia biasa mendoakan kesembuhan orang sakit dan yang terkena bala', bila kamu benar Uzair berdoalah pada Allah supaya Dia mengembalikan penglihatanku agar aku bisa melihatmu, bila kamu memang Uzair pasti aku dapat mengenalimu."

Uzair berdoa pada Allah, dia usapkan telapak tangannya pada mata dan memegang tangan wanita tersebut seraya berkata, "Bangkitlah atas izin Allah!" Seketika itu Allah berikan kemampuan pada wanita tua untuk bisa berdiri sehat kembali.

Saat wanita tua itu melihat Uzair, "Aku bersaksi, kamu benar-benar Uzair." Wanita tua itu bergegas ke tempat pertemuan Bani Israel. Disana sedang diadakan perkumpulan. Disana ada putera Uzair yang berumur 118 tahun, sudah sangat tua, dia berkumpul dengan anak cucunya. Wanita tua itu memanggil mereka, "Ini! Uzair! Uzair telah datang lagi!."

Putera Uzair, anak cucunya, dan masyarakat tidak memercayainya. Wanita itu berkata lagi, "Aku dulu bekerja dengan kalian (keluarga Uzair), Uzair telah mendoakanku akhirnya aku bisa lihat lagi, dia mengatakan Allah telah mematikannya selama 100 tahun dan menghidupkannya lagi."

Khalayak masyarakat berdiri menemui Uzair. Mereka melihat Uzair. Putera Uzair berkata, "Sesungguhnya orang tuaku punya tanda hitam diantara dua pundaknya." Dibukalah bajunya, benar dia adalah Uzair.

Orang-orang Israel berkata:

"Sesungguhnya tidak ada seorang pun diantara kami hafal Taurat, selain Uzair. Taurat sudah dibakar Bukhtanashar, tidak ada sisanya, kecuali yang dihafal beberapa orang saja. Tuliskan kami Taurat, ayahnya seorang ahli Taurat, dia memendam Taurat di zaman Bukhtanashar, tidak ada yang tahu tempatnya kecuali Uzair."

Uzair bersama masyarakat bergegas menuju tempat ayahnya memendam Taurat. Uzair menggali tempat itu dan mengeluarkan Taurat dari dalamnya.

Uzair duduk dan orang-orang Israel berkerumun disekelilingnya. Uzair menyalin kitab Taurat. Tiba-tiba ada dua cahaya turun dari langit yang masuk tubuh Uzair, sejak saat itu dia ingat seluruh kandungan Taurat. Uzair menyalin Taurat dalam bentuk naskah yang diperbarui fisiknya.

Dok. Makam Nabi Uzair a.s. | Ning Zahra

Kejadian ini membuat orang-orang Israel menyebut, "Uzair putra Allah." Uzair dimatikan oleh Allah di usia 40 tahun selama 100 tahun, kemudian dibangkitkan dalam kondisi sebagaimana dia berumur 40 tahun.

Dok. Makam Nabi Uzair a.s. | Ning Zahra

Karena tidak ada seorang pun di kalangan Bani Israel yang hafal Taurat, Allah memberikan ilham pada Uzair untuk dapat menghafalnya. Dikatakan oleh Wahab ibn Munabbih, "Allah menyuruh malaikat turun dalam bentuk cahaya, lalu melemparkan Taurat ke dalam diri Uzair, kemudian Uzair menyalinnya huruf demi huruf hingga sempurna dalam bentuk naskah kitab Taurat."

Ibn Asakir meriwayatkan dari Ibn Abbas, dia pernah bertanya pada Abdullah bin Salam tentang firman:

"Orang-orang Yahudi berkata: 'Uzair putra Allah." (QS. Al-Baqarah: 30)

Kenapa mereka mengatakan demikian? Ibn Salam menjawab bahwa Uzair adalah satu-satunya orang Bani Israel yang hafal kitab Taurat. Bani Israel pernah berkata bahwa Musa tidak sanggup mendatangkan Taurat pada mereka, kecuali yang tertulis dalam kitab itu. Sedangkan Uzair mampu mendatangkanya tanpa adanya kitab Taurat yang tertulis. Sekelompok dari mereka mengucapkan Uzair putra Allah.


Wallahua'lam

Rabu, 22 Februari 2023 M - 1 Syakban 1444 H

تراب نعلي الحبيب ﷺ

 

 

Referensi:

Ibn Katsir. Qishashul Anbiya' (Surabaya: Amelia, 2015), 820-825.


Post a Comment

أحدث أقدم